/images/news/viral-survei-microsoft-warganet-indonesia-paling-t-5VX_Ts.jpg

01
Mar

Viral Survei Microsoft: Warganet Indonesia Paling Tak Sopan se-ASEAN

Year: 2021Posted by: Muhammad Faizal Kurniawan

Halo dretizen ! Kalian tau gak sih kalau Microsoft mengeluarkan hasil survei yang menjelaskan kalau negara yang kita cintai ini disebut sebagai yang paling nggak sopan se-ASEAN? Kok bisa ya? Yuk kita cari tahu.

Pada Februari lalu, Microsoft mengeluarkan hasil survei kesopanan digital atau Digital Civility Index (DCI) 2020. Tujuan adanya survei tersebut adalah untuk mempromosikan dan mengajak warganet untuk berinternet lebih sehat, aman, dan saling menghormati. Survei ini juga melibatkan banyak responden dari berbagai negara. Responden ini dibagi 2 kelompok yaitu kelompok remaja yang berumur 13 – 17 tahun dan kelompok dewasa yang berumur 18 – 74 tahun. Survei DCI berisikan 4 resiko dalam berinternet yaitu resiko pelecehan, ajakan berhubungan seks, serangan reputasi, dan kontak yang tidak diinginkan. DCI mematok skor untuk mengetahui kadar kesopanan warganet dari segi usia dan wilayahnya. Semakin tinggi skor DCI, maka semakin buruk tingkat kesopananya. Hasil survei tersebut dapat kalian lihat pada tautan ini.

Negara ASEAN yang mengikuti survei ini adalah Australia, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Dari negara tersebut, Indonesia yang menempatkan posisi terbawah dalam hasil survei tersebut, sedangkan Singapura menempati posisi teratas. Sangat disayangkan ya. Hasil survei pun makin akurat berkat banyaknya kicauan warganet Indonesia yang tidak setuju dengan hasil survei tersebut. Ditambah lagi, kicauan tersebut berisi kalimat yang tidak sepantasnya kita keluarkan di internet. Hal ini membuat pihak Microsoft mematikan kolom komentar pada akun sosial medianya.

Dalam berselancar di internet, ada etika yang sudah ditetapkan oleh dunia yang dinamakan oleh Netiquette. Netiquette adalah singkatan dari “network etiquette” yang artinya adalah etika di internet atau dunia maya. Ada 10 aturan umum dari netiquette yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Make Real People a Priority
    Maksudnya adalah memprioritaskan orang yang ada di depan kita sekarang. Simpan smartphone-mu dan ajak ngobrol rekan atau teman yang sedang berada denganmu. Jangan terlalu sering mengecek sosial media, email, atau telepon. Jika ada hal yang mendesak dan perlu komunikasi dengan smartphone, beritahu rekan kita dan meminta maaflah jika kamu ingin menelepon seseorang.
  • Use Respectful Language
    Pakai bahasa yang sopan dan tutur kata yang baik. Jangan pernah ngegas ataupun menghina orang lain karena kita tidak tahu siapa yang kita hina, berlaku di media sosial ataupun tempat lain. Pakai susunan kata yang baik, jangan menggunakan caps lock karena orang akan merasa kamu memarahi dia. Dan yang terpenting, selalu mengucapkan terima kasih.
  • Share With Discretion
    Jangan pernah bagikan hal yang terlalu pribadi di internet seperti masalah hidup atau foto seseorang yang sedang mabuk. Aturan yang sama pun berlaku di kehidupan nyata,. Jika kamu sedang menelepon di tempat umum dan membicarakan hal penting yang sifatnya pribadi, sebaiknya kamu mencari tempat yang sepi untuk mencegah orang lain mendengar apa yang kamu bicarakan.
  • Don't Exclude Others
    Tidak semua orang paham dengan hiburan atau meme yang kamu bagikan ke sosial media ataupun ke publik, bisa saja ada orang lain yang tersinggung. Jika ada hiburan yang spesifik, cukup bagikan ke orang yang memang kamu tahu orang tersebut paham.
  • Choose Friends Wisely
    Sosial media merupakan tempat yang sangat bebas. Maka kamu sendiri yang harus memiliki batasan agar sosial mediamu tentram. Pikir-pikir kembali jika kamu mau add teman, atau gunakan akun pribadimu hanya untuk "close friend" saja. Untuk urusan pekerjaan dan profesional, sudah ada platform seperti LinkedIn yang dapat kamu pakai.
  • Don't Email Large Files
    Selain boros, email berukuran besar sangat lambat untuk dibuka dan bikin kuota email habis. Jika kamu ingin mengirimkan file berukuran besar, simpan di layanan cloud seperti Google Drive dan berikan link download-nya.
  • Respect People's Privacy
    Setiap orang berhak akan privasinya di internet. Jadi hargailah privasi orang lain baik di dunia nyata ataupun di internet. Jangan lupa untuk meminta izin jika kamu mau tag orang tersebut di media sosial.
  • Fact Check Before Reposting
    Banyaknya berita hoax atau palsu dan broadcast WhatsApp palsu terjadi karena tidak mencari faktanya terlebih dahulu sebelum membagikan. Jika ada berita palsu datang, cukup berhenti di kamu dan jangan bagikan berita tersebut tetapi berikan fakta dan berita yang sebenarnya.
  • Respond to Emails Promptly
    Jika kamu menerima email dan orang tersebut mengharapkan kamu untuk membalas emailnya, balas secepat mungkin. Atau kalau kondisi kamu sedang tidak memungkinkan, beritahu si pengirim dengan mengirim email bahwa kamu akan membalas emailnya beberapa hari kemudian.
  • Update Online Information
    Berita di internet begitu cepat ter-update hanya dalam hitungan menit. Selalu rajin berikan informasi terbaru dan rubah informasi apapun yang menurutmu sudah tidak akurat.

Penjabaran isi dari netiquette lebih lengkap dapat kalian lihat pada tautan ini dan tautan ini.

Ridwan Kamil yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat ikut memberikan pendapat tentang survei tersebut di akun media sosialnya. Menurutnya, kualitas komentar warganet Indonesia di media sosial, tingkat kasarnya sangat luar biasa. Ia juga mengajak seluruh warga Indonesia untuk saling memperbaiki diri dan menjaga nama baik Indonesia sebagai bangsa yang ramah baik di dunia nyata ataupun di dunia maya. “Banyak mem-bully dan galak di medsos. Pas ketemu seolah paling sopan dan santun, atau pas ditangkap karena menyebar hoaks, menangis dan minta maaf tersedu-sedu”, tulisnya pada akun sosial media.

60418e4129524.jpg

Kami dari tim Dreite mengajak para dretizen untuk kurangi membaca berita hoax / palsu dan selalu biasakan untuk mencari tahu sumber berita yang sebenarnya. Jangan pernah memberikan ujaran kebencian atau hate speech karena akan berdampak buruk bagi siapapun yang membacanya. Mari bijak dan menghormati siapapun di internet.