/images/news/the-story-of-android-mobile-os-terbesar-saat-ini-v-6fIOSo.jpg

10
Sep

The Story of Android, Mobile OS Terbesar Saat Ini (Versi 1.0 Hingga 12)

Year: 2021Posted by: Muhammad Faizal Kurniawan

Halo Dretizen !

Hari gini, siapa yang nggak kenal Android? Nama "Android" sudah menjadi hal yang sangat dikenal warga dunia. Gimana nggak? Sistem operasi mobile "robot hijau" andalan mbah Google ini telah mendominasi hampir seluruh pasar smartphone di dunia, bahkan sudah mulai banyak perangkat yang menggunakan Android. Seperti kulkas, TV, AC, bahkan head unit mobil pun kini pakai Android.

Android adalah sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat mobile seperti smartphone dan tablet. Pada awalnya, Android bukanlah milik Google melainkan incorporation yang bernama Android Inc. Lalu mendapatkan pendanaan besar dari Google yang akhirnya perusahaan tersebut diakusisi oleh Google dan menjadi milik Google sepenuhnya. Versi Android menggunakan angka dan juga memiliki codename makanan manis beruturan secara alfabetik di baliknya. Yuk kita simak apa saja Android yang sudah dikembangkan dari awal hingga kini.

  • Android 1.0 (2008)



Android pertama kali dirilis pada tahun 2007 dengan versi 1.0 dan level API 1. Lalu sistem operasi ini dijual bersama dengan smartphone pertama yang menggunakan Android yaitu HTC Dream. Android versi ini memiliki Android Market (yang sekarang menjadi Play Store), browser, dukungan kamera, dan layanan Google yang standar seperti Gmail atau Calendar. Bisa dibilang, versi Android ini memang dioptimalkan untuk kebutuhan pekerjaan yang memungkinan penggunanya membalas email dengan smartphone. Dan juga versi ini sudah mendukung Wi-Fi dan Bluetooth secara standar. Belum ada game atau aplikasi produktivitas lain.

  • Android 1.1 (Petit Four - 2009)

Android ini merupakan versi pengembangan dari Android 1.1 dengan level API 2 yang berisi perbaikan bugs dan penambahan sedikit fitur seperti kemampuan untuk menyimpan attachment di email. Nama "Petit Four" merupakan nama yang diberikan oleh internal Google saja dan tidak digunakan secara resmi. Tidak ada perubahan atau fitur yang spesial pada versi ini.

  • Android 1.5 (Cupcake - 2009)



Android ini merupakan hasil pengembangan dari Android 1.0 dengan level API 3 yang dioptimalkan untuk smartphone dengan layar portrait. Pada versi ini juga Android menggunakan codename makanan manis untuk mempermudah penghafalan versi. Android Cupcake membawa banyak fitur baru seperti virtual keyboard untuk smartphone yang menggunakan touchscreen secara penuh, auto-rotate layar, rekam video, animasi, tampilan UI yang menarik, dan fitur upload-download foto atau video ke layanan Google Picasa.

  • Android 1.6 (Donut - 2009)



Belum genap setahun Android Cupcake, sudah ada versi terbarunya yaitu Android Donut dengan level API 4 pada akhir tahun 2009 dengan membawa perubahan besar terutama pada tampilan UI yang lebih minimalis. Dengan penambahan fitur seperti galeri foto, speech recognition, dan perbaikan performa yang lebih baik. Beberapa merek smartphone seperti Samsung, HTC, dan Sony mulai menggunakan Android sebagai sistem operasi utama produknya.

  • Android 2.0 (Eclair - 2009)



Android Eclair dengan level API 5 bisa dibilang termasuk salah satu versi Android yang perubahannya paling "biasa aja" karena fitur yang ditambahkan pun lebih ke arah teknis dan produktivitas seperti performa, kamus virtual keyboard, dan dukungan layar yang lebih besar. Dari segi tampilan UI tidak ada yang berubah, hanya perubahan icon saja. Bersamaan dengan rilisnya Android Eclair, Google memperkenalkan Google Nexus One yaitu smartphone Android hasil kolaborasi antara Google dan HTC.

  • Android 2.2 (Froyo - 2010)



Android Froyo dengan level API 8 membawa perubahan yang cukup besar dan pertama kalinya Android mendapatkan fitur tethering baik secara wi-fi hotspot maupun dari USB. Perubahan tampilan UI yang lebih baik dan dukungan memori external atau MicroSD menjadi sentuhan yang sangat ditunggu oleh para fans Android. Fitur auto update dan Auto-sync juga diberikan pada versi ini untuk memudahkan update aplikasi via Android Market ataupun notifikasi email yang lebih instan.

  • Android 2.3 (Gingerbread - 2010)



Android Gingerbread dengan level API 9 merupakan update dari Android Froyo yang membawa fitur besar bersamaan dengan hadirnya dual camera (kamera depan dan belakang). NFC juga mulai dimasukkan pada Android sebagai fitur standar pada smartphone yang punya modul NFC, dan hadirnya fitur power management yang mampu menghemat baterai smartphone berdasarkan pemakaian kita.

  • Android 3.0 (Honeycomb - 2011)



Android Honeycomb dengan level API 11 merupakan Android yang hanya dirilis khusus untuk tablet. Pada versi ini juga Android membawa tampilan UI yang sangat segar dan perubahan yang besar terutama untuk orang yang senang multitasking atau kerja dengan tablet. Hadirnya action bar juga sangat mempermudah untuk mengakses fitur secara instan seperti hidup-matikan WiFi. Karena tablet dikhususkan untuk multitasking, maka hadir fitur Recent Application yang memungkinkan aplikasi tetap terbuka walaupun sedang buka aplikasi lain dan mampu pindah aplikasi secara cepat.

  • Android 4.0 (Ice Cream Sandwich / ICS - 2011)



Android Ice Cream Sandwich dengan level API 14 menjadi titik awal Android menjadi besar hingga saat ini. Versi ini membawa perubahan yang sangat signifikan terutama pada optimalisasi performa smartphone dan UI yang jauh lebih baik dan dipoles lebih menarik. Pada versi ini juga, Android banyak digunakan pada smartphone yang beredar di pasaran. Fitur face unlock pada Android ICS juga menjadi salah satu fitur kebanggan karena menjanjikan keamanan biometrik yang sangat baik. Kalau kita flashback sedikit, pernah ada guyonan "Liat nih hape gue, bisa buka layar pake muka !" sedangkan yang lainnya masih menggunakan PIN atau password biasa untuk membuka layar.

  • Android 4.1 (Jelly Bean / JB - 2012)



Android Jelly Bean dengan level API 16 menjadi salah satu titik dimana Android memiliki banyak "kaum oprek-ers" dan komunitas Android yang begitu banyak. Karena untuk pertama kalinya Android merilis open source project ke publik. Pada versi ini juga hadir custom Android seperti CyanogenMod dan Resurrection Remix. Perubahan pada versi ini cukup besar terutama pada fitur yang mendukung developer untuk pengembangan aplikasi Android.

  • Android 4.4 (KitKat - 2013)



Android KitKat dengan level API 19 merupakan versi yang merambah ke perangkat IoT dan home appliances. Sebut saja smart TV, smartwatch, smartband, dan perangkat smart lainnya mulai menggunakan Android sebagai sistem operasinya. Perangkat tersebut dapat diatur dengan smartphone sebagai remote controlnya. Keren bukan?

Lantas perubahan dari segi sistem operasi juga cukup besar terutama dalam manajemen RAM yang lebih baik untuk akses aplikasi yang lebih cepat dan juga pengaplikasian sensor pada smartphone seperti geolocation atau accelerometer.

  • Android 5.0 (Lollipop - 2014)



Android Lollipop dengan level API 21 memperkenalkan bahasa desain baru Google yang dinamakan "Material Design". Bahasa desain baru tersebut membawa perubahan UI yang sangat minimalis dengan permainan warna yang cerah. Perubahan ini membawa fitur seperti multiple user dan dukungan berbagai bahasa. Dukungan dual-SIM card juga diberikan pada versi ini bersamaan dengan hadirnya smartphone dengan dual-SIM sebagai standar.

  • Android 6.0 (Marshmallow - 2015)



Android Marshmallow dengan level API 23 membawa fitur keamanan seperti fingerprint unlock dan apps permission. Pada versi ini tetap menggunakan material design sebagai bahasa desain UI dan tidak ada perubahan yang besar. Juga dukungan USB Type-C karena bersamaan dengan hadirnya USB Type-C sebagai konektor USB terbaru.

  • Android 7.0 (Nougat - 2016)



Android Nougat dengan level API 24 hadir bersamaan dengan rilisnya smartphone penerus Nexus dari Google yaitu Google Pixel. Masih dengan HTC sebagai mesin utama dari Google Pixel, smartphone ini menjadi andalan Google dalam pengembangan beberapa versi Android. Dan bagi pengguna Google Pixel akan mendapat update Android lebih awal ketimbang brand lain. Tentunya Android Nougat juga membawa perubahan seperti pengembangan bahasa desain Material UI dan improvement pada touchscreen gesture.

  • Android 8.0 (Oreo - 2017)



Android Oreo dengan level API 26 membawa banyak perbaikan dari versi sebelumnya dan pada versi ini juga Google memperkenalkan Project Treble, sebuah framework Google yang telah dioptimalkan dan memudahkan para developer untuk melakukan update aplikasi buatan mereka ke versi Android yang lebih tinggi. Lebih lengkap tentang Project Treble dapat kamu lihat pada link ini. Selain itu, perubahan pada Android Oreo meliputi dukungan lebih dari 1 layar, codec musik yang lebih tinggi, dan perbaikan desain UI pada menu settings. Tidak lupa juga, Google memperkenalkan Android Go Edition yaitu versi "paket hemat" dari Android untuk smartphone kelas bawah yang memiliki hardware terbatas.

  • Android 9 (Pie - 2018)



Android Pie dengan level API 28 merupakan versi Android terakhir yang menggunakan codename makanan manis, sehingga versi berikutnya hanya menggunakan angka saja sebagai penamaannya. Versi ini membawa perubahan yang sangat besar pada UI dan UX seperti rounded corner (layar sudut lengkung), auto brightness, dan gesture sebagai pengoperasian standar Android. Tetap diberikan button navigasi sebagai opsi tambahan karena tidak semua orang menyukai gesture karena dirasa ribet dan terlalu sering bermain jempol. Selain itu dukungan always-on-screen juga diberikan karena pada tahun ini hadir smartphone flagship dan kelas menengah dengan menggunakan layar AMOLED sebagai standar.

  • Android 10 (2019)



Android 10 dengan level API 29 tidak membawa perubahan besar pada UI. Pada versi ini perubahan yang diberikan lebih mengacu kepada perbaikan bugs dan dukungan layar lipat (foldable phone) karena pada tahun ini hadir Samsung Galaxy Fold dan Flip sebagai smartphone layar lipat pertama yang dijual secara resmi.

  • Android 11 (2020)



Android 11 dengan level API 30 juga tidak membawa perubahan yang signifikan dan lebih menitikberatkan kepada perubahan permission level dan dukungan prosesor smartphone dengan jumlah core yang lebih banyak. Versi ini juga dirasa cukup membosankan karena tidak ada perubahan besar dari UI.

  • Android 12 (2021)



Android 12 saat ini masih dalam tahap pengembangan. Google memperkenalkan bahasa desain baru yaitu Material You yang merupakan versi pengembangan dari Material Design yang dirombak secara penuh, dan optimalisasi baterai yang lebih baik. Masih belum jelas kapan versi ini dirilis secara resmi.

Cukup panjang ya perjalanan si "robot hijau" satu ini. Banyak update yang dihadirkan Android untuk memenuhi kebutuhan pasar dan selalu melakukan inovasi berdasarkan perkembangan teknologi yang ada. Jadi gimana Dretizen? Apakah kamu nyaman dengan Android? Atau penasaran dengan Android 12 yang akan hadir? Atau mungkin, kamu pengguna iOS? Hehehe....